Tips Praktis Berjualan di Instagram

Tips Praktis Berjualan di Instagram

Jualan di Instagram Sulit Mendapatkan Pembeli?. Sudah follow banyak akun, sudah banyak upload foto produk, sudah pakai tools optimasi berbayar,. Namun tetap saja Instagram kita tetap saja sulit mendapatkan pembeli?. Saya yakin banyak sekali diantara teman-teman mengalaminya?. Pertanyaannya bagaimana cara mengatasinya?. Pada artikel kali ini saya akan mengupas tuntas tentang kenapa sih instagram kita sepi pembeli? dan bagaimana cara mengatasinya. Seperti pernah saya jelaskan sebelumnya, bahwasanya instagram adalah media sosial yang penggunaannya cukup masif di Indonesia. Bahkan, banyak sekali perusahaan yang menggunakannya sebagai sarana untuk promosi. dan sebagai sarana untuk membangun brand produk mereka. Sayangnya, tidak banyak dari para pelaku usaha kita/UMKM kita. yang berusaha memanfaatkan Instagram Marketing mampu mendapatkan penjualan dari sana.

Mungkin saja termasuk teman-teman yang sedang membaca artikel ini. Sudah melakukan following banyak akun,. sudah melakukan upload banyak foto, produk. sudah pake tools otomatis yang berbayar,. namun hasilnya masih tetap sama. Sepi pembeli. Jika teman-teman mengalami hal tersebut, tentu saja yang harus dikerjakan adalah. teman-teman perlu mengecek strategi instagram yang teman-teman kerjakan sudah benar atau belum?. Karena begini, di Instagram, sekedar jumlah follower yang besar saja belum cukup. Sekedar banyak upload foto produk juga belum cukup. Lantas pertanyaannya adalah apa sih yang menyebabkan Instagram kita sepi pembeli?. Secara garis besar, saya membaginya menjadi tiga penyebab utama. 1. Miskin Sumber Trafik2. Memasarkan Banyak Produk3. Tidak Konsisten. Mari kita bahas satu persatu dari ketiga point tersebut:. 1. Miskin Sumber Trafik. Perlu teman-teman ketahui bahwasanya sumber trafik organik dari instagram itu minimal ada tiga. 1. Adalah jumlah Follower 2. Tingkat Interaksi (Komentar dan atau Like) 3. Hastage. Bagaimana mau mendapatkan penjualan jika saja follower dari Instagram teman-teman masih sedikit. Berdasarkan alogaritma instagram terbaru,. yang dia tidak memungkinkan satu postingan kita bisa dilihat dalam waktu yang sama oleh seluruh follower dari Instagram kita,.

Baca Juga :  Strategi Pemasaran dan Peranan Brand

Dalam dalam satu jam pertama Instagram hanya akan memberikan kesempatan pada 10% dari follower kita. yang akan melihat postingan kita. Jika dari 10 terbsut ditak ada interaksi, maka Instagram tidak akan membuka untuk follower yang lainnya. Jadi kalau follower kita cuma 100 akun, maka Instagram di jam-jam pertama hanya membuka kemungkinan 10% dari 100. yang akan melihat postingan kita. Pertanyaannya, yakin dengan 10 akun tersebut akan mendapatkan interaksi yang baik. dan lantas terkonversi menjadi pembelian?. Kalau saya sih tidak yakin!?. Lantas kalau kita follower yang banyak, apakah peluang penjualan akun kita closingnya akan semakin tinggi?. Secara matematis tentu saja iya, namun pada kenyataannya belum tentu.

Coba teman-teman lihat terlebih dahulu, seberapa besar sih tingkat interaksi dari setiap postingan kita?. Jangan-jangan nih, kita sering posting namun tingkat interaksinya sangat kecil. Pertanyaannya adalah bagaimana mau terjadi penjualan/closing,. jika saja setiap postingan kita minim interaksi. Salah satu penyebab minimnya interaksi pada postingan kita adalah kualitas konten. Foto yang kita upload alakadarnya dan copywritingnya pun amburadul, maka lengkap sudah. Wajar jika postingan kita tidak mendapatkan interaksi dan tentu saja tidak mendapatkan konversi pembelian/penjualan. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?. Langkah pertama yang dapat teman-teman kerjakan adalah dengan cara meningkatkan jumlah follower dari akun Instagram kita. Bagaimana cara meningkatkan jumlah follower?. Saya sudah membuat videonya, teman-teman dapat menontonya di link yang ada di sini. Silahkan diklik!. Guna meningkatkan interaksi, maka teman-teman harus memastikan bahwa strategi konten dari Instagram Marketing teman-teman digarap dengan banar.

Khusus untuk konten ini saya akan membuat videonya secara khusus, jadi ditunggu saja. Kuncinya adalah bagaimana membuat akun instagram kita menjadi dibutuhkan oleh audiens kita. Kesalahan mendasar dari para pengguna Instagram Marketing adalah selalu berjualan/iklan,. padahal yang namanya follower, yang namanya audiens tidak suka jika setiap saat dijejali oleh promosi atau iklan. Sumber trafik yang terahir adalah Hastage. Seberapa efektif teman-teman menggunakan hastage pada setiap postingan teman-teman. Hastage ini kalau dalam pencarian google adalah kata kunci. Jadi, di Instagram juga berlaku yang namanya kata kunci, yaitu hastage. Maka gunakanlah hastage dengan sebaik-baik agar trafik ke Instagram kita meningkat.

Baca Juga :  Cara Memilih Partner Bisnis! Apa saja?

Dalam satu potingan kita dapat menggunakan hastage sejumlah maksimal 20 hastage. Pilihlah hastage yang memang benar-benar dicari oleh audiens kita, oleh calon pembeli kita. 2. Memasarkan Banyak Produk. Alih-alih ingin mendapatkan prospek,. banyak pelaku usaha lebih terlihat seperti ingin menyaingi tokopedia atau marketplace lainnya. Mereka menjual banyak hal, mulai dari jilbab, obat-obatan herbal, obat kuat,. dan banyak produk yang prospek lainnya yang mereka jual. Tujuannya sih cuma satu, agar Instagramnya, agar jualannya laku. Namun sayangnya mereka salah kaparah. Bukannya closing malah menjadi pusing. Coba teman-teman bayangkan analogi berikut ini. Teman-teman sedang berlibur ke suatu kota sendirian,. Di tengah perjalanan, di sana udara dingin dan memang sudah masuk jam makan siang,. lantas teman-teman berfikir untuk makan baso. Beberapa saat kemudian, teman-teman mendapatkan 2 rumah makan yang menjual baso,. namun tentu saja teman-teman di sana adalah orang baru, tidak mengetahui kualitas dari bakso yang dijajakan oleh kedua rumah makan tersebut. Sebut saja rumah makan pertama bernama WARTEG Bu SITI. yang menjajakan aneka menu ragam menu seperti soto, baso, rawon, pecel lele, dll. Warung kedua bernama Baso Cak Man, yang khusus hanya menjual baso saja. Kira-kira kalau teman-teman sedang berada di posisi tersebut, teman-teman akan lebih memilih yang mana?.

Kalau Saya yakin teman-teman pasti akan memilih warung makan Baso Cak Man. Kenapa? Alasannya cukup klasik. Yaitu yang lebih specifik berjualan itu lebih meyakinkan. Padahal belum tentu rasa bakso dari Baso Cak Man itu lebih enak dari baso yang dijual oleh Warteg bu Siti. Hal itu juga berlaku di jualan online. Kalau jualan teman-teman nano-nano, serba ada, konsumen malah ragu. Apa betul kualitas produknya bagus?. Jangan-jangan cuma produsen abal-abal? Jangan cuma tangan kedua saja?. Dan berbagai macam keraguan yang lainnya. 3. Tidak Konsisten. Saya sering kali menemukan pelaku usaha yang mencoba menggunakan instagram marketing. namun mudah sekali kehabisan energi sebelum bertempur. Baru bikin akun instagramnya, baru upload produk 10 kali,. namun setelah itu dibiarkan hingga berhari-hari, berminggu-minggu,. bahkan berbulan-bulan, bahkan sampai foto produknya debunya tebal. Mungkin selama 10 kali upload tidak mendapatkan penjualan, lantas yang terjadi adalah ia putus asa dan menyerah. Ahirnya Instagramnya dibiarkan begitu saja.

Baca Juga :  SEO (Search Engine Optimation), Strategi Marketing Digital yang Murah Meriah

Meski aplikasinya terkesan lebih mudah dibandingkan dengan bisnis offline,. sebenarnya bisnis online memiliki skema yang sama dengan bisnis offline. Jika di bisinis offline prospek itu terjadi ketika pembeli dan calon penjualnya bertemu,. di bisnis online juga sama. Namun pertanyaannya bagaimana pertemuan itu terjadi jika saja bisnis online dari teman-teman sulit ditemukan. calon konsumennya. Ibaratnya seperti ini,. teman-teman memiliki warung klontong namun sayangnya warung klontong tersebut sering sekali tutup. Bagaimana calon konsumen mau membeli ke warung klontong teman-teman. jika saja warung klontong teman-teman sering sekali tutup. Hal itu juga berlaku di bisnis online,. kalau teman-teman jarang upload foto produk, kalau teman-teman tidak maintenen akun instagram teman-teman. ya bagaimana calon konsumen bisa tahu jualan teman-teman, bisa tahu produk teman-teman. Bisnis online membutuhkan yang namanya konsiten. Baik upload, baik itu produksi konten yang bermanfaat,. baik itu promosi, baik itu melakukan feedback, dan baik itu melakukan evaluasi dari strategi yang telah digunakan. Kesemuanya harus dijalankan dengan konsisten. Nah itu tadi tips bagaimana cara mengatasi sepinya closing atau penjualan pada Instagram Marketing kita. Jika teman-teman merasa video ini bermanfaat, silahkan tinggalkan komentar.