Strategi cerdas untuk meningkatkan Penjualan

Hai saya coach Cynthia dari Action Coach South Jakarta. Kami membantu para pengusaha seperti Anda untuk meningkatkan hasil profit dari bisnis Anda. dan juga menambahkan waktu agar Anda bisa menikmati kualitas hidup yang lebih tinggi. Hari ini, ayo kita bicara kan bagaimana cara meningkatkan penjualan, average sale. Jadi ceritanya gini, orang udah beli, kenapa cuman beli 1 produk? Orang udah buka PO, kenapa POnya cuma sejuta?. Nah di sini, ya yang kita sering kali lost. Karena kita selalu sibuk mencari customer baru. Kita terlalu sibuk mencari leads baru. Tapi, customer yang sudah order itu tidak di upsale dan di cross sale, tidak di coba, tidak ada sistem di perusahaan Anda. Untuk mengencourage orang-orang Anda atau mengingatkan orang-orang Anda untuk terus menambahkan nilai setiap pembelian customer. Mulai dari sekarang, tolong saya minta Anda jangan salahin karyawan Anda “wooh, karyawan saya sih saya udah ingetin berkali-kali. Oke, tapi kalau belum di sistemasi, tidak ada insentifnya atau tidak ada fokus organisasi untuk ke situ ya tetep aja, karyawan is karyawan. mau expect apa? Jadi mereka harus di bantu dan harus dipimpin. Kalau saya bilang, kalau karyawan Anda kurang perform. artinya bosnya kurang bagus atau sistem usahanya kurang bagus. Ya ayo kita ningkatin ini sama-sama. So, beberapa pertanyaan untuk di awal apa sih yang market Anda butuhkan? Apa keseluruhan yang market Anda butuhkan?. contohnya, kalau Anda jualan baju, kita udah lihat sekarang kan. Kalau Anda itu toko cuma baju,to’. Baju atasan to’ otomatis paling orang beli 1, 2 udah cukup banyak, untuk budget mereka, untuk itu. Tapi sekarang kita lihat banyak kan. ada aksesoris, ada tas, Nah ini yang saya maksudkan adalah apa kebutuhan mereka. Tapi itu standart, kita udah tahu toko baju ada aksesoris, ada tas. ada segala macem bahkan ada celana . Kadang-kadang ada sepatu. Tapi, kalau kita lebih kreatif lagi ada beberapa toko baju yang sudah ada tailoring service. Jadi kalau celananya kepanjangan bisa di potongin. Ada yang sudah bisa beli online dan dia kirim, tapi ada biaya pengiriman . Jadi itu meningkatkan average sale. karena ada biaya pengiriman dan ada juga biaya service, ya kan. Ada juga yang ada dry cleaning mungkin. Ya kerja sama lah. Bukan artinya sekarang Anda harus buka dry cleaning, tapi kerja sama untuk servicenya. Ada juga mungkin produk-produk yang mereka beli misalnya. untuk perawatan kulit, perawatan baju-baju tertentu, ya kan itu juga ada produk perawatan. Jadi, disitulah yang Anda mulai memikirkan oke kalau saya ingin meningkatkan rata-rata penjualan saya, apakah produk grup saya. sudah cukup luas? Nah, kalau misalnya itu udah luas, thats good. Terus pertanyaan kedua adalah Apakah Anda sudah menggrouping. Jadi contohnya begini, kami pernah mengcoaching toko cat. Toko cat itu punya sebuah checklist. Jadi, kalau Anda sudah sampai di kasir. atau mungkin sambil Anda belanja . Kalau orang salesnya ketemu sama Anda “belanja apa, bu?” “saya mau cari cat, saya lagi renovasi rumah. “saya lagi nge cat rumah”. Okey good. Dia lagi bawa cat kan? atau dia bilang “oke saya mau cat rumah” misalnya. Terus abis itu orang salesnya bilang. “Oh good, udah ada brushnya belum? kuasnya belum?” “ada kayaknya” “Nah, ibu ini beli 2 warna kan? kuasnya satu atau dua yang di rumah?. “wah saya nggak tau tuh. Kayaknya cuman 1” “boleh bu, saya ambilin lagi kuasnya, mau yang gede, mau yang kecil?”. “Ya ambilin deh yang gede”. Oke, satu ya kan masuk ke basket. Terus dia abis itu check list lagi “Ibu kalau misalnya mau nge cat kan furniture ibu masih ada, kan?. “iya” “udah ada tutup, udah ada plastiknya belum buat nutupin?” “oiya, saya lupa. Musti gitu ya, musti di tutup ya?”. “Oiya mesti di tutup, bu. Kalau nggak nanti kasian cat nya kemana-mana” ” Yaudah deh berapa meter?” ” Ya tergantung, ibu punya sofa berapa?”. “ini berapa, ini berapa?”. Akhirnya dia ambil plastik plastik 5 meter taro ke basket. Apalagi? “bu, tadi kan beli kuas. Ibu ada nggak yang tinggi-tinggi. “apa dinding gede? soalnya kalau kuas itu kan lama, mendingan beli roller ya. Kalau roller kan perlu juga basketnya untuk roller itu. Lama-lama itu basketnya lama , itu udah banyak pembeliannya dan di situlah orang sales yang hebat. Itulah perusahaan yang hebat karena dia punya checklist. dia tahu grouping produk per kebutuhan. Kalau orang beli cat temennya kuas, plastik, roller itu ada temennya . Setiap produk ada temennya. Orang beli blouse, temennya rok, ya kan atau celana. Orang beli sepatu, temennya cleaner sepatu ya, leather cleaner. Orang beli tas mungkin leather cleaner buat tas. atau beli tas mungkin yang ada scarfnya yang untuk dikubet-kubetin di tasnya atau ada matching i-ringsnya. Itu kan ada temennya. Setiap produk ada temennya. Jangan expect orang sales Anda bisa nemen-nemenin ke grup, ini perusahaan Anda bagaimana apakah Anda sudah bikin checklist. per grouping of the product dan disitu adalah keunggulannya kalau Anda bener-bener mau meningkatkan jumlah sales. dan itu ada checklist, jadi ada sistemnya, baik itu orang kasir atau orang sales di lapangan yang melakukan, itu ada sistemnya. Ke tiga pertanyaannya adalah Anda bisa paketin nggak? Anda bisa promosiin bareng nggak? Jadi, oke kita tahu kan dari dulu kan. Saya masih inget tuh, kalau mau beli sabun cuci piring pasti brand tertentu, kenapa? karena dapet piring dari situ, karena dapet gelas dari situ. karena dapet box makanan dari situ. Jadi kita beli sebuah barang, terus dapet sebuah barang lagi atau mungkin kadang-kadang dengan harga yang lebih tinggi. tapi dapet dua, dua botol. Nah, itu di pikir kalkulasi…kalkulasi. Kadang saya di supermarket saya berdiri di depan produk, saya kalkulasikan. Oiya, lebih deal itu ya. Yaudahlah cincai lagian juga sama aja produknya. Kita ambil yang ada paket dealnya. Itu yang bisa Anda lakukan. Banyak sekali sih kalau di buku instant cash flow itu ada sekitar 60an strtaegilah untuk meningkatkan penjualan. Tapi saya mau bagikan beberapa. Tapi, intinya tugas Anda sebagai pengusaha adalah bikin sistem dan bikin program ini. Jangan expect orang sales Anda secara otomatis tau atau berkreasi sendiri. kalian harus kreatif dong. Eh, kalau pengusahanya aja nggak kreatif, gimana gue mau kreatif, ya. Itu tantangan saya untuk Anda sebagai seorang coach. Oke, jadi kalau misalnya kita udah bahas itu semua, saya mau perhatikan beberapa hal. Karena kadang-kadang strategi Anda udah bagus. Anda meningkatkan penjualan Anda, ada moving banyak produk. Tapi kok cash flow Anda dan profitabilitas Anda nggak naik? Ayo kita ngomong dari sisi keuangan. dan bisnis. Apakah Anda sudah memilih produk yang profitable dan high cash flow. Saya nggak tahu ya di idnustri mana, tapi kalau untuk retail contohnya. Hanya demi ngejar omset, Anda grouping produk-produk yang profitnya sangat tipis atau mungkin di sistem Anda, Anda harus fokuskan orang sales Anda. ke produk yang profitnya lebih tebel. Dulu itu yang saya kerjakan. Jadi itu sekitar 100an unit inventory dan saya harus fokuskan orang sales. untuk menjual produk-produk yang profitable dan secara magic profit kita naik. Ya offcourse lah kalau misalnya setiap produk yang mereka jual profitable. ya pasti profit perusahaan pasti naik. Saya pernah coaching sebuah restoran kaya sunda, restoran kuring-kuringan. Pada saat mereka evaluasi, mereka. melihat bahwa ternyata hm, produk gurame apapun, di goreng, mau di bakar itu paling profitable. Jadi kalau pelayan-pelayan dan server mempromosikan gurame. itu perusahaan akan meningkatkan sisi profit. Jadi, saya masih inget itu bulan Januari bulan libur. Restoran itu di Solo saya masih inget dan mereka itu bikin tenda-tenda. gurame spesial ala chef apa gitu. Pokoknya menunya yang gurame di kasih foto, yang bukan gurame cuma di kasih aja tulisan menunya. Orang kan biasanya beli apa yang di foto kan. Jadi guramenya banyak di foto kan . Wah, dekorasinya semuanya gurame-gurame gitu kan. Seolah-seolah restoran itu hanya jualan gurame, gitu kan. Makanya setiap kali di tanya “eh di sini spesialnya apa ya?” “Oh, gurame, bu”. “yang ini enak, yang ini..ini…” Ternyata di bulan Januari itu profitnya naik luar biasa. Karena penjualan gurame yang membuat itu terjadi. If you know profit product profitability, Anda bisa memfokuskan orang Anda untuk menjual produk-produk yang profitable. Tapi kalau Anda aja nggak tahu, ya nanti random Anda udah cape-cape mendapatkan strategi dan melakukan strategi ini dan itu. kok profit no up-up? omset mungkin naik tapi kan yang penting profit. Kalau Anda bukan di industri retail atau industri B2B kalau Anda seorang kontraktor misalnya. Anda juga harus perhatikan cash flow. Jangan sampai Anda mempush sebuah paket atau sebuah promosi yang akan mengikat lagi cash flow Anda. kalau bisa yang meningkatkan penjualan itu adalah high cash flow item. Jadi bisa jual putus. Jangan jual terus 120 hari kemudian baru bayar. padahal materi udah keluar. Yang ke dua yang saya ingin Anda perhatikan adalah insentif. Apa insentif orang sales untuk memfokuskan. untuk meningkatkan rata-rata penjualan. Siapa yang incharge? kadang-kadang Anda mau melibatkan orang customer service. Apa insentif mereka untuk 3 bulan ke depan untuk meningkatkan rata-rata penjualan. Kalau tidak ada insentifnya, Anda terus mengingatkan tapi Anda tidak excited. orang sales atau orang yang jago jualan itu suka main game, bikinlah sebuah exciting, sebuah kontes. Siapa yang memenangkan , ada prizenya ya seperti itu. Jadi dari segala ide ini, apa yang Anda mau lakukan dulu? Ya semoga Anda sudah mencatat banyak. Tapi yang penting, teruslah edukasi diri Anda sendiri. find out tipe-tipe strategi yang baru dan bagaimana caranya bukan hanya Anda fokuskan ke mendapatkan customer baru, tapi meningkatkan juga penjualan Anda. customer-customer yang sudah beli. So, saya berhenti di situ dulu semoga Anda menikmati juga implementasinya dan mendapatkan banyak hasil. dan silahkan juga ke fanpage kita dan berkomunikasi langsung dengan kitauntuk memberitahukan apa kesuksesan Anda. Saya coach Cynthia dari Action Coach South Jakarta sampai ketemu di video berikutnya, slaam sukses.

Baca Juga :  08170009168 jasa pembuatan web reseller Terbaik di Puloampel Serang